Selasa, 31 Mei 2011 | By: e_yanuarto

Ganteng atau Takwa???


Ssstt,.. kamu pasti pada tahu kan tongkrongannya Irfan Bachdim, Justin Bieber, Dude Herlino, Hyun Bin, dan masih banyak deretan nama cowok lainnya. Kata banyak orang, mereka cakep, ganteng, tampan bin kasep. Kok kata orang? Karena apa yang menurut kata orang banyak, belum tentu saya sependapat dengan mereka. Suka-suka donk! hehe..
Semua nama tersebut adalah deretan selebritis yang terkenal di bidangnya masing-masing. Dari semua nama tersebut, hanya Irfan Bachdim saja yang background-nya adalah sepak bola. Selebihnya adalah kalangan artis dan bintang sinetron/film. Tak heran, karena bidang ini (baca: entertainment) memang mengharuskan wajah cakep sebagai modal utama bila ingin terkenal.

Minggu, 29 Mei 2011 | By: e_yanuarto

Extraordinary Moslem???

Sebagai seorang muslim, kita sama-sama sepakat bahwa tujuan hidup kita di dunia ini adalah beribadah dan taat kepada Allah, sesuai dengan firman Allah dalam surat Adz Dzariyat ayat 56. Dan kita pun sama-sama setuju bahwa peribadahan kita itu adalah suatu usaha untuk memperoleh janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu surga yang dipenuhi dengan segala kenikmatan tiada tara yang sebelumnya tak pernah terbayangkan di pikiran, tak pernah terindra oleh mata atau telinga, serta tak pernah bisa terdefinisikan dalam kata-kata.

Sabtu, 28 Mei 2011 | By: e_yanuarto

Bagian dari solusi ato masalah ya???


Alam tak akan sadar akan keindahannya sendiri. Tak pernah ingin renungi dalam sejuk dan gersangnya. Langit juga tak pernah meminta pelangi untuk mengindahkannya,tak pernah menyadari betapa  indahnya ia ketika warna anggun sang pelangi melukis biru wujudnya. Seperti itupun aku. Tak pernah menyadadari salahku dibalik kokohnya Aku.
Sebait potongan puisi karya Kahlil Gibran
Menggambarkan kepada kita, terkadang kita kesusahan untuk melihat kekurangan ataupun kesalahan diri sendiri tetapi begitu mudahnya melihat seolah-olah kehebatan diri. Mungkin karena itu ada cermin. Cermin yang merupakan benda mati membantu kita untuk memandang diri kita sendiri secara objektif. Rambut kita yang belum rapi, pakaian kita yang mungkin juga kurang rapi akan terlihat seperti apa adanya. Namun sayang, hanya fisik kita saja yang terlihat. Belum bisa menembus isi diri dan hati kita.
Seiring waktu yang bergulir, bertambah pula usia kita. Seiring dengan bertambahnya usia tentu saja apa yang ada dalam diri kita akan ikut berubah. Bertambah adalah hal yang pasti, namun ke arah yang manakah...???
Menjadi dewasa tidaklah selalu terkait dengan usia. Seringkali justru kita merasa semakin kekanak-kanakan, dikala usia kita bertambah tua... (iya pa yah??)
Menjadi dewasa tidak sama dengan kedewasaan. Menjadi dewasa seringkai tidak diiringi dengan tingkat kedewasaan yang cukup, akibatnya... sikap dan perilaku kita seringkali terlihat kekanakan dan bahkan lucu. So, menjadi dewasa adalah suatu pilihan.

Mendoan


Nah ini dia yang ditunggu-tunggu…-mendoan-. Tempe Mendoan adalah sejenis masakan tempe yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan tepung sehingga rasanya gurih dan renyah. Secara tradisional di wilayah Banyumas, tempe yang digunakan untuk mendoan adalah jenis tempe bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Akan tetapi tempe mendoan juga dapat dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar. Kata Mendoan berasal dari bahasa Banyumasan, mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Mendoan berarti memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan seolah-olah seperti tidak matang benar tapi tetep enah dimakan, dan insyaalloh halal.
Mendoan disajikan dalam keadaan panas disertai dengan cabe rawit atau sambal kecap. Mendoan tempe dapat dijadikan sebagai lauk makan ataupun makanan ringan untuk menemani minum teh atau kopi saat santai.

Senin, 16 Mei 2011 | By: e_yanuarto

Rilis Pers FSLDK tentang hari An Nakbah

Apa yang terlintas di benak kita ketika diminta untuk menyebutkan  peristiwa  atau kejadian yang terjadi pada bulan Mei ? Mungkin akan ada yang menjawab peristiwa tersebut adalah Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Atau yang lebih fenomenal yaitu tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang menandai berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Selain itu mungkin ada yang menyebutkan Hari Buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Biasanya hari tersebut diperingati dengan unjuk rasa oleh para pekerja di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Bulan Mei mungkin juga dikaitkan dengan Hari Reformasi yang menjadi saksi atas tumbangnya rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei tahun 1998. Itu beberapa peristiwa yang lazim diketahui oleh bangsa kita.

Namun taukah Anda peristiwa ‘Uyun Qaara ? Atau peristiwa Naashiruddin ? Pasti peristiwa ini asing terdengar oleh telinga kita. Maklum, peristiwa ini memang tidak terjadi di Indonesia tetapi terjadi di tanahnya para nabi yaitu di Palestina. Dua peristiwa itu merupakan tindakan biadab zionis Israel yaitu pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Peristiwa Naashiruddin adalah pembantaian yang terjadi pada tanggal 13 Mei 1948 di desa yang terletak di dekat Thabriyah. Pada peristiwa ini Israel  sangat licik. Mereka mendatangi perkampungan tersebut dengan menggunakan pakaian Arab. Ketika penduduk setempat berbaik hati menyambut kedatangan mereka dengan hangat, mereka justru memberikan sebuah “hadiah” kejutan. Yaitu pembantaian tanpa ampun yang merenggut nyawa semua penduduk yang tinggal di kampung tersebut.

Minggu, 08 Mei 2011 | By: e_yanuarto

Secercah Cahaya Sebening Hati


Alangkah senangnya menjadi orang yang mulia. Mempunyai akhlak yang bagus, sebagai salah satu produk dari hati yang suci, rajin beramal sholeh, merasa bahagia, jiwanya tentram dan hatinya bersih serta jernih tuk selalu mengingat Allah SWT. Tapi untuk meraih itu semua tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan, dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten dan juga disertai dengan doa. Senantiasa mentaati apa yang menjadi kewajibannya, melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan apa-apa yang menjadi larangan Allah.  Sebagaimana terkandung di dalam Al Quran surat  Al-Hujurat ayat 13:
“…….sesungguhnya orang yang paling mulia pada sisi Allah adalah orang yang paling takwa…..”

Selasa, 03 Mei 2011 | By: e_yanuarto

Untuk Apa Berbuat...


Pada suatu malam, ada sebuah keluarga yang mengundang para tetangganya untuk makan malam dirumahnya. Sudah sejak siang hari sang istri mempersiapkan masakan yang akan dihidangkan dan segala sesuatu yang dibutuhkan.
Ketika semua tamu yang diundang sudah datang, acara langsung dimulai dan sang istri menyuruh anaknya yang masih berusia enam tahun untuk membaca doa sebelum makan.
“Afiq, kamu pimpin baca doa ya...”
“Tapi bu, doanya bagaimana??” tanya Afiq
“Katakan saja apa-apa yang biasa ibu katakan” jawab Ibunya
Afiq segera menengadahkan kedua tangannya dan berkata, “Ya Tuhanku, kenapa saya harus mengundang orang-orang ini untuk makan malam”.
Semua orang tercengang mendengar ucapan Afiq, termasuk Ibu Afiq yang malu bukan kepalang atas ucapan putranya sendiri.
Kita tidak perlu berbuat bila tidak ingin berbuat. Tidak perlu berpura-pura untuk mengambil hati orang lain karena resikonya berat, malu, riya, dan bisa-bisa hilang keikhlasannya. Lebih baik kelihatan macam orang pelit tapi hatinya baik daripada nampak pemurah tetapi hati merana.
Firman Allah SWT  yang  bermaksud, “Mereka coba menyembunyikan (keburukan) daripada manusia, tetapi mereka tidak mampu (berlindung) daripada (pengetahuan) Allah SWT”. (Terjemahan An-Nisa:108)
Kadang-kadang apa yang dilakukan bisa dibaca maksudnya tanpa perlu memikirnya. Cukuplah kisah di atas sebagai contoh bagi kita untuk bertindak. Sesuatu perbuatan yang dilakukan atas maksud riya dan pamer terhadap orang lain, tiada nilainya disisi Allah SWT dan merupakan perbuatan yang sia-sia.

Layaknya blog ini, smoga bisa menjadi sarana berbagi bukan karna apa-apa melainkan karena mencari RidhoNYA... mengawali.....Bismillah....